SLEMAN — Di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin ketat dan mahalnya harga bahan pokok, sebuah usaha kuliner rumahan di Sleman justru hadir dengan konsep sederhana namun kuat: murah, jujur, dan barokah. Usaha tersebut bernama Dapur Barokah Sleman, didirikan dan dikelola langsung oleh Latif Safruddin, warga Sleman yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Berawal dari dapur rumah yang sederhana, Dapur Barokah Sleman tumbuh sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan makanan rumahan yang terjangkau, layak, dan tetap menjaga cita rasa. Usaha ini tidak lahir dari modal besar atau fasilitas mewah, melainkan dari niat kuat untuk berusaha secara halal dan memberi manfaat seluas-luasnya.
“Dapur Barokah ini kami niatkan bukan hanya untuk mencari keuntungan, tapi sebagai jalan ikhtiar dan kebermanfaatan,” ujar Latif Safruddin saat ditemui di sela aktivitas produksi. Ia menegaskan bahwa sejak awal, prinsip usaha yang dipegang adalah kejujuran bahan, kebersihan proses, dan harga yang tidak memberatkan pelanggan.
Menjawab Kebutuhan Masyarakat dengan Harga Murah Pol
Salah satu keunggulan utama Dapur Barokah Sleman adalah harga yang sangat terjangkau. Dengan paket nasi box mulai dari Rp10.000, usaha ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari warga sekitar, pekerja harian, mahasiswa, hingga kegiatan sosial dan keagamaan.
Menu yang disajikan merupakan masakan rumahan khas Jawa dengan cita rasa sederhana namun akrab di lidah. Setiap porsi dimasak dengan bumbu rumahan, tanpa mengurangi kualitas meski dijual dengan harga hemat. Konsep inilah yang membuat Dapur Barokah cepat dikenal dan mendapat tempat di hati pelanggan.
“Sekarang banyak yang jual mahal, tapi porsinya kecil. Di sini rasanya seperti makan di rumah sendiri,” ungkap salah satu pelanggan yang rutin memesan nasi box untuk kegiatan komunitas.
Tidak Sekadar Jualan, tapi Mengusung Nilai Sosial
Berbeda dengan usaha kuliner pada umumnya, Dapur Barokah Sleman tidak hanya berorientasi pada penjualan. Usaha ini kerap dilibatkan dalam kegiatan pengajian, hajatan warga, rapat komunitas, hingga kegiatan sosial. Bahkan untuk agenda tertentu, pemilik usaha memberikan harga khusus sebagai bentuk kepedulian.
Nama Barokah yang disematkan bukan sekadar merek, tetapi menjadi komitmen moral dalam menjalankan usaha. Latif Safruddin meyakini bahwa rezeki yang baik bukan hanya diukur dari besar kecilnya keuntungan, tetapi dari ketenangan dan manfaat yang ditinggalkan.
“Kalau usaha ini bisa membantu orang lain, membantu kegiatan sosial, itu sudah menjadi rezeki tersendiri,” tuturnya.
Dikelola dengan Prinsip Amanah dan Konsistensi
Dalam operasional sehari-hari, Dapur Barokah Sleman mengutamakan kebersihan dapur, ketepatan waktu pesanan, serta pelayanan yang ramah. Semua pesanan disiapkan dengan perhitungan matang agar kualitas tetap terjaga, meski jumlah pesanan meningkat.
Kepercayaan pelanggan menjadi modal utama dalam pengembangan usaha ini. Dari mulut ke mulut, Dapur Barokah mulai dikenal luas sebagai jasa boga rumahan yang amanah, murah pol, dan tidak mengecewakan.
Optimisme Mengembangkan UMKM Berbasis Keberkahan
Ke depan, Dapur Barokah Sleman berkomitmen untuk terus berkembang secara bertahap. Bukan dengan mengejar ekspansi besar-besaran, tetapi dengan memperkuat kualitas, memperluas jaringan pelanggan, dan membuka peluang kerja bagi lingkungan sekitar.
Latif Safruddin berharap usaha kecil seperti Dapur Barokah dapat menjadi contoh bahwa UMKM bisa tumbuh dengan nilai, tanpa harus meninggalkan prinsip kejujuran dan kepedulian sosial.
“Selama niatnya lurus dan dijalankan dengan sungguh-sungguh, insyaallah usaha kecil pun bisa bertahan dan berkembang,” ujarnya optimistis.
Inspirasi Usaha Rumahan di Tengah Tantangan Ekonomi
Kehadiran Dapur Barokah Sleman menjadi bukti bahwa di tengah tantangan ekonomi dan mahalnya biaya hidup, masih ada ruang bagi usaha rumahan untuk tumbuh. Dengan mengusung konsep sederhana, harga terjangkau, dan nilai keberkahan, Dapur Barokah tidak hanya menjual makanan, tetapi juga harapan dan inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya.
Dari dapur kecil di Sleman, Dapur Barokah menunjukkan bahwa usaha yang dijalankan dengan niat baik dan kerja jujur akan selalu menemukan jalannya.

